Kongregasi Sengsara Yesus Kristus atau Kongregasi Pasionis (CP) adalah sebuah tarekat religius Katolik Roma. Keluarga Pasionis terdiri dari imam pasionis, bruder pasionis, rubiah pasionis, suster pasionis dan awam pasionis yang mewartakan kasih Allah bagi dunia melalui Sengsara Yesus Kristus. Pasionis didirikan oleh St Paulus dari Salib di Italia pada tahun 1720. Saat ini, para Pasionis hadir membawa pesan kasih dari Sang Tersalib dan harapan bagi umat manusia di 61 negara di seluruh dunia.

Karisma Pasionis : Kenangan Akan Sengsara Yesus Kristus

Kongregasi Pasionis menemukan kesatuan hidup dan kerasulan dalam Sengsara Yesus Kristus. Semangat hidup Pasionis menyatakan kekuatan Allah yang menembus dunia, menghancurkan kekuatan jahat dan membangun Kerajaan Allah. Para Pasionis dipanggil untuk menyatukan diri dengan kehidupan dan misi Dia yang "mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba" (Flp 2: 7). Dengan memberikan hidup-Nya bagi kita, Dia mengungkapkan kasih Allah bagi semua orang dan menunjukkan jalan yang harus mereka ikuti sebagai jalan menuju Bapa.

Kesetiaan pada renungan ini memungkinkan para Pasionis untuk menunjukkan kasih-Nya secara lebih lengkap dan membantu banyak orang mengarahkan kehidupan mereka di dalam Kristus kepada Bapa. Para Pasionis mengungkapkan partisipasi mereka dalam Sengsara Yesus Kristus melalui kaul khusus, yang sekaligus bersifat personal, komunitas dan apostolik. Para Pasionis mengikat diri untuk tetap menghidupi kenangan akan Sengsara Yesus Kristus melalui kaul khusus ini. Para Pasionis, dengan kata dan perbuatan berusaha membangkitkan kesadaran akan makna dan nilai dari kenangan akan Sengsara Yesus Kristus bagi semua orang. Dengan kaul ini Kongregasi Pasionis mengambil tempatnya di dalam Gereja dan mendedikasikan diri sepenuhnya dalam misi menyelamatkan dunia melalui  pewartaan kenangan akan Sengsara Yesus Kristus. Dalam terang ini, para Pasionis menghayati kaul dalam kehidupan sehari-hari dengan menghidupi nasehat-nasehat Injil. Dengan menghidupkan kembali kenangan akan Sengsara Kristus, para Pasionis menjadi ragi keselamatan dalam Gereja dan dunia.

 

Panggilan Santo Paulus dari Salib

Santo Paulus dari Salib terpanggil untuk mengumpulkan rekan-rekannya untuk hidup bersama dan memberitakan Injil Kristus kepada semua orang. Nama pertama yang dia berikan untuk komunitasnya adalah "Para Miskin Yesus". Nama ini diberikan untuk menunjukkan bahwa hidup komunitas baru ini harus didasarkan pada kemiskinan injili, yang sangat diperlukan sebagai dasar dalam melaksanakan nasehat-nasehat Injil lainnya seperti bertekun dalam doa dan mewartakan Sabda Salib dari masa ke masa.

Selain itu, ia ingin agar mereka menjalani hidup seperti para rasul. Mereka harus membina dan mengembangkan semangat doa, tobat, keheningan  dan kasih kepada Kristus tersalib dalam kehidupan sehari-hari. Paulus menyadari kejahatan yang menimpa orang-orang pada zamannya, sehingga ia tidak pernah lelah mewartakan  bahwa Sengsara Yesus adalah obat yang paling efektif, "karya terbesar dan paling agung dari kasih Allah” kepada umat manusia.

Gereja menyadari karya Roh Kudus dalam diri Santo Paulus dari Salib, karena itu melalui otoritas tertingginya, Gereja menerima Kongregasi Pasionis dan Regulanya serta mempercayakan kepada para Pasionis misi memberitakan Injil Sengsara Yesus Kristus melalui hidup dan karya kerasulan.

 

Misi Pasionis: Mewartakan Injil Sengsara Yesus Kristus

Para Pasionis menyadari bahwa Sengsara Yesus Kristus terus berlangsung dalam dunia ini sampai Dia datang kembali dalam kemuliaan. Karena itu, para Pasionis membagi suka dan duka dengan semua umat dalam perjalanan hidup menuju Bapa. Para pasionis ingin terlibat dalam penderitaan semua orang, terutama mereka yang miskin dan terlantar; berusaha untuk memberikan penghiburan dan meringankan beban penderitaan  mereka. Kekuatan Salib, yang merupakan hikmat Allah, memberi kita kekuatan untuk membedakan dan menghilangkan penyebab penderitaan manusia. Untuk alasan ini, misi Pasionis bertujuan mewartakan sukacita Injil kepada semua orang melalui jalan merenungkan Sabda Salib. Dengan jalan ini, semua orang akan mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya, berbagi dalam penderitaan-Nya, menjadi seperti Dia dalam kematian-Nya dan bersatu dengan Dia dalam kemuliaan-Nya (Filipi 3: 10-11).

Para Pasionis mengambil bagian dalam karya kerasulan ini untuk menghadirkan daya kekuatan salib yang menyelamatkan. Para Pasionis menyadari tuntutan yang mendesak dari  panggilan Allah untuk mengikuti Yesus Tersalib, yaitu: menyangkal diri dan menjadikan Injil sebagai pedoman hidup, bekerja dengan sukacita dalam semangat persaudaraan, menghayati hidup dalam semangat Santo Paulus dari Salib, mencintai doa dalam kesadaran akan kehendak Allah, mengajak umat untuk berdoa dengan memberi teladan hidup doa yang pantas, menyadari kebutuhan umat dan berusaha memimpin mereka kepada kepenuhan panggilan Kristen melalui Sabda Salib.